Sebuah Motivasi


Jatuh cinta itu mudah,
Semudah kau mengedipkan matamu,
Dan melihat apa yang terlihat biasa saja berubah menjadi yang paling indah.
Namun jatuh cinta selalu melibatkan hati,
Yang terkadang dirimu sendiri tak bisa mengerti…
Mengapa bisa menjatuhkan pilihan kepada nya…
Jangan menyalahkan jika pilihan mu tak bisa membalasnya,
Lalu menyalahkan cintamu,
Tak semestinya menyalahkan cinta, karna ia hadir sebagai anugerah.
Jatuh cinta adalah sebuah pilihan,
Lalu mencintai dan dicintai juga sebuah pilihan…
Kau ingin ada di versi yang mana?
Semua pilihan ada ditanganmu,
Mana yang ingin kau pilih ?
Mencintai atau dicintai?

Namun lagi-lagi kuingatkan, setiap apa yang telah dipilih pasti memiliki konsekuensi,
Ada kurang dan lebihnya…

Lalu jika kau bertanya apa yang akan ku pilih mencintai atau dicintai.
Maka jawabanku adalah “ Mencintai “
Tunggu, jangan berasumsi sendiri tentang pilihanku,
Aku sama halnya seperti perempuan lain di luar sana yang ingin dicintai dengan sepenuh kasih,

Namun lagi-lagi aku tak pandai mengolah rasa, jika sudah menyangkut pautkan hati dan perasaan sisi melankolis pada diriku keluar begitu saja tanpa terperintah, dan terkadang aku sulit untunk mengoptimalkannya jika perasaanku sudah terlalu dalam…
Senangnya dari “dicintai” kita tak perlu berrepot-repot untuk berjuang, kita hanya perlu bersabar dalam menunggu kapan waktu yang tepat saja..
Namun ketika kita dicintai, hati milik orang lain kendali ada pada orang lain kita gapernah tau sampai kapan ia akan menetap pada seseorang seperti kita, kau paham pasti hati dan perasaan mudah sekali terbolak baliknya.

Lalu jika mencintai ?
kau harus bersiap untuk berkawan dengan sakit setiap harinya…
kau harus bersiap jika ekspetasimu tak sesuai dengan realita…
kau harus bersiap menerima segala yang akan terjadi, entah itu akhirnya akan menguntungkan dirimu atau malah merugikanmu…
Segala embel-embel yang menuju pada kesedihan serta kemuraman ada pada “mencintai”
namun walau begitu ketika kita mencintai, hati milik kita sendiri kendali ada pada kita sendiri.
Jangan takut, karna harus kau terlebih dahulu yang memulai…
Percayalah, bahwasannya memulai itu hal yang mudah begitu pula dengan mengakhiri, karna bagian tersulitnya ada pada bab “mempertahankan”
Tanpa kau sadari atas segala apa yang kau lakukan telah membuat karakter mu jauh lebih tangguh.

Sampai sini kau paham ?
Dicintai atau mencintai tak ada yang salah, semuanya benar semuanya baik serta saling berkaitan…
Semuanya kembali lagi dari sisi sudut pandang mana kau melihat, dan seperti apa kau menyikapi serta menerima segala yang datang dan seluruh yang pergi.

Jadilah versi terbaikmu…

Dari aku untuk kalian yang sedang tak percaya diri.
With love
­-afn-

Komentar